Jakarta (16/9). Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menyambut baik kunjungan pengurus LDII Jakarta dan mengapresiasi kontribusi aktif ormas tersebut di bidang dakwah, pendidikan, kemasyarakatan, hingga isu energi terbarukan.
Mengingat maraknya kampanye penyimpangan perilaku yang meresahkan masyarakat, Suhud mengatakan, secara terbuka mengajak elemen lembaga dakwah untuk bersatu mengawal Rancangan Peraturan Daerah terkait penanganan penyimpangan seksual, termasuk masalah LGBT, agar memiliki legitimasi moral yang kuat.
Hal tersebut ia sampaikan saat menerima lawatan DPW LDII Provinsi DKI Jakarta di Kantor DPRD DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (16/9). “Yang sedang kita kejar sekarang ini, mungkin juga mohon dukungan nih dari lembaga LDII, terkait dengan perda penyimpangan seksual, salah satunya adalah permasalahan LGBT. Terus terang kami berharap ini mendapat support dari lembaga-lembaga dakwah yang ada di DKI Jakarta,” ujar Suhud.
Selain dukungan legislasi, audiensi ini juga membahas rencana pembentukan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) formal antara LDII dan Pemprov DKI Jakarta. Suhud menegaskan DPRD DKI Jakarta siap memberikan dukungan penuh dari sisi fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
Pihaknya juga membuka ruang bagi LDII untuk mengusulkan draf regulasi daerah di sektor pendidikan dan kesehatan, sekaligus berkolaborasi mengatasi persoalan mendasar Jakarta seperti kemiskinan, pengangguran, banjir, hingga polusi udara.
Sementara itu, Ketua DPW LDII DKI Jakarta Imam Bashori menanggapi, LDII terus berkomitmen bergerak aktif menjalankan berbagai agenda pembinaan umat di akar rumput. “Kegiatan yang dijalankan LDII sangat beragam dan bisa memberikan kontribusi yang nyata di tengah kehidupan masyarakat Jakarta,” ungkap Imam.


Imam menambahkan, LDII DKI Jakarta memaparkan program kerja mereka konsisten berfokus pada pembinaan mental spiritual masyarakat sejak usia dini hingga lanjut usia. Hal tersebut diwujudkan lewat pengajian anak-anak serta pengembangan PAUD guna menanamkan bekal agama dan membentengi moral generasi muda dari bahaya penyimpangan perilaku seperti LGBT.
Selain itu, LDII juga rutin menggelar pembinaan lansia yang berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendampingi umat meraih khusnul khotimah.
Pertemuan diakhiri dengan kesepahaman bersama bahwa komunikasi berkala antara legislatif dan lembaga dakwah harus terus dirawat demi menyukseskan pembangunan Jakarta yang maju, sejahtera, dan berakhlak mulia. (*)
